Curriculum Goals and Objectives

CURRICULUM GOALS AND OBJECTIVES

TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS KURIKULUM

Siti Nurul Izzah

PSn P2TK – Universitas Negeri Yogyakarta

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Beberapa masalah dapat kita temukan ketika kita membaca literatur dan mendiskusikan tentang aims, goals dan objectives.  Pertama Aims  dan goals menurut arti kata secara leksikal (menurut kamus) adalah sama yaitu tujuan, atau sasaran. Kedua istilah educational goals dan educational objectives digunakan secara profesional dengan arti yang beragam. Beberapa orang menggunakan istilah-istilah tersebut sama dengan educational aims. Beberapa orang yang lain menggunakan istilah educational goals sebagai Curriculum goals, dan educational objectives sebagai curriculum objectives. Ketiga, sebagaimana kita lihat pada contoh pernyataan sekolah tentang goals dan objectives, istilah tersebut sinonim, namun bila di baca secara cermat ada  perbedaan mendasar antara goals dan objectives. Beberapa penulis sering menggunakan goals dan objectives dapat saling menggantikan. Keempat beberapa ahli kurikulum tidak membedakan curriculum goals dan curriculum objectives dengan instructional goals dan instructional objectives.

Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang berbeda, sudah seharusnya jika tujuan kurikulum dan tujuan pembelajaran juga berbeda. Hal ini tentu membingungkan para praktisi kurikulum. Akibatnya praktisi yang mencoba melaksanakan pengembangan kurikulum mengikuti prinsip yang telah ditetapkan oleh para ahli dan harus memahami terlebih dahulu istilah ini dengan konteks yang terdekat.

Untuk lebih memudahkan dalam menyusun kerangka kurikulum, perlu dikaji lebih lanjut tentang perbedaan istilah atau terminologi untuk curriculum goals dan curriculum objectives.

 

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, menarik untuk dikaji lebih lanjut mengenai:

  1. Apakah perbedaan antara  Curriculum Goals dan Curriculum Objectives?
    1. Bagaimanakah cara menyusun Curriculum Goals dan Curriculum Objectives?
  2. Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut:

  1. Mendeskripsikan perbedaan antara  Curriculum Goals dan Curriculum Objectives?
  2. Menjelaskan cara menyusun Curriculum Goals dan Curriculum Objectives?

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Definisi Curriculum Goals dan Curriculum Objectives
    1. Curriculum Goals.

Curriculum Goals didefinisikan sebagai sebuah tujuan atau keadaan akhir dalam terminologi secara umum tanpa ditandai dengan kriteria pencapaian. Perencana kurikulum berharap siswa dapat menyelesaikan semua program-program pada  sekolah tertentu. Contoh pernyataan Curriculum Goals: “siswa mendemostrasikan sikap tanggung jawab sebagai warga negara sekolah, komunitas, negara bagian, bangsa, dan dunia”. Contoh Curriculum Goals yang lain terdapat pada Bab I yang dikemukakan oleh Peter F. Oliva (1992) yaitu tentang Tujuh Prinsip Utama (The seven Cardinal Principles), yaitu:

  1. Heatlh (Kesehatan)
  2. Command of fundamental process (Menguasai prinsip-prinsip dasar)
  3. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang bermanfaat)
  4. Vocation (keahlian)
  5. Citizenship (kewarganegaraan)
  6. Worthy use of leisure (Memanfaatkan waktu luang)
  7. Ethical Character (Karakter bermoral).

Ketujuh prinsip tersebut merupakan contoh Curriculum Goals walaupun dinyatakan dalam bentuk singkat. Komisi Pembaharuan Pendidikan Menengah dapat mengembangkan prinsip-prinsip tersebut dalam bentuk seperti berikut:

  1. Sekolah menyelenggarakan program kesehatan fisik dan mental siswa.
  2. Siswa dapat mencapai penguasaan proses-proses dasar.
  3. Tujuan sekolah adalah membantu mengembangkan keanggotaan keluarga yang bermanfaat.

Selain itu, ada sepuluh kebutuhan penting pemuda (remaja) yang dicatat oleh Komisi Kebijakan Pendidikan sebagai Ten Imperative Needs of Youth, yang termasuk Curriculum Goals , diantaranya yaitu:

  1. Semua remaja membutuhkan pengembangan kemampuan yang dapat dijual (sallable).
  2. Semua remaja membutuhkan untuk mengembangkan dan memelihara kesehatan dengan baik, latihan-latihan fisik dan kesehatan mental.
  3. Semua remaja membutuhkan untuk tumbuh dalam kemampuan berpikir rasional untuk menunjukkan pemikiran mereka dengan jelas, dan untuk membaca serta mendengarkan dengan sebuah pemahaman.

Komisi Kebijakan Pendidikan menentukan empat tujuan pendidikan demokrasi di Amerika (Aims of Education in American Democracy) . Hal ini dapat diidentifikasi bahwa tujuan-tujuan tersebut adalah realisasi diri, hubungan antar manusia, efisiensi ekonomi, tanggung jawab sebagai warga negara. Tujuan-tujuan ini mungkin dapat dimodifikasi oleh sekolah tertentu untuk di tentukan sebagai menjadi Curriculum Goals, yang dinyatakan dalam berbagai cara, seperti berikut:

  1. Program sekolah menyediakan pengalaman yang membantu meningkatkan realisasi diri.
  2. Sekolah mencari untuk mengembangkan hubungan antar manusia.
  3. Tujuan sekolah adalah pengembangan keahlian dari pembelajar, yang akan memimpin negara meraka dan meningkatkan efisiensi ekonominya.
  4. Siswa dapat mengembangkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara.

Berbagai variasi digunakan untuk menyatakan 4 tujuan tersebut. Tujuan pendidikan (Aims of education) dapat menjadi tujuan kurikulum (curriculum goals)  jika diterapkan pada sekolah tertentu atau sebuah sistem sekolah. Perbedaan yang telah digambarkan antara tujuan pendidikan (Aims of Education) dengan tujuan kurikulum (Curriculum Goals) adalah salah satu merupakan keadaan umum dan yang lain memiliki kekhususan. Untuk mengirimkan pesan warisan budaya dan untuk mengatasi ketidaktahuan adalah merupakan tujuan program semua sekolah. Tidak satupun sekolah yang dapat menyelesaikan tujuan program dalam arti luas secara ekstrim. Sebuah sekolah dapat, atau barangkali berperan untuk menyebarkan warisan budaya dan mengatasi ketidaktahuan yang dinyatakan dalam kualifikasi-kualifikasi tersebut, tujuan pendidikan (Aims of education)  dapat menjadi tujuan kurikulum (Curriculum Goals). Pernyataan “untuk berperan pada pengembangan fisik seorang individu, dapat merupakan tujuan pendidikan bermasyarakat (an Educational Aims of  Society) maupun tujuan kurikulum  (Curriculum Goals) sekolah tertentu.

Dari pernyataan-pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa  Curriculum Goals merupakan Tujuan Umum Kurikulum dalam terminologi Bahasa Indonesia, karena Curriculum Goals masih bermakna luas , umum dan bersifat abstrak.

  1. Curriculum Objectives.

Curriculum Goals  diturunkan dari sebuah pernyataan filosofi, didefinisikan sebagai tujuan pendidikan dan penilaian terhadap kebutuhan. Dari Curriculum Goals, kita turunkan sebuah Curriculum Objectives. Jadi kita dapat mendefinisikan Curriculum Objectives dengan cara berikut: Curriculum Objectives adalah sebuah tujuan atau pernyataan akhir secara spesifik dan merupakan istilah/ terminologi yang dapat diukur. Perencana kurikulum berharap siswa dapat menyelesaikan semua program-program pada  sekolah tertentu. Berikut ini contoh Curriculum Goals yang sudah dibahas diawal: “siswa mendemostrasikan sikap tanggung jawab sebagai warga negara sekolah, komunitas, negara bagian, bangsa, dan dunia”. Dari  Curriculum Goals  tersebut berikut dapat diturunkan Curriculum Objectives, misalnya :

  1. Selama pemilihan umum, 90 % siswa akan memberikan suaranya (memilih).
  2. 100% siswa dapat memberikan  sejenis sumbangan positif pada pemerintahan yang bersih, ikut memperbaiki kampanye.
  3. 90% siswa dapat menyebutkan nama kandidat yang menjalankan senat pada negara bagian dan perwakilan senat dari daerahnya masing-masing. Mereka juga dapat mengidentifikasi kandidat Kepala Kantor Pemerintahan Negara Bagian. Mereka juga dapat mengidentifikasi pesta politik dari beberapa kandidat.
  4. 90% siswa dapat mengidentifikasi Senator mereka sekarang and perwakilannya di Gedung Perwakilan. Mereka juga dapat mengidentifikasi pesta politik dari beberapa peserta politik.
  5. 90% siswa akan berpartisipasi di beberapa proyek yang dapat meningkatkan pemahaman internasional, seperti sumbangan koin  untuk UNICEF, menyumbang makanan atau apkaian untuk beberapa bencana alam di luar negeri, menulis surat untuk sahabat pena, atau berperan di sekolah lain dalam komunitas proyek internasional.

Curriculum Goals yang diperjelas kriterianya dapat menjadi Curriculum Objectives. Berdasarkan pernyatan-pernyataan tersebut, dimungkinkan bahwa Curriculum Objectives dalam terminologi Bahasa Indonesia merupakan Tujuan Khusus Kurikulum, karena  Curriculum Objectives lebih spesifik, memiliki kriteria, dan konkrit.

  1. Penempatan  (Locus of Curriculum Goals dan Curriculum Objectives)

Seperti pernyataan Tujuh Prinsip Utama dan Sepuluh Kebutuhan Penting Remaja yang telah dipaparkan, tujuan umum kurikulum jarang ditulis pada dasar nasional oleh individu maupun kelompok sebagai latar belakang oleh sekolah-sekolah diseluruh negara. Namun demikian tujuan khusus kurikulum, seperti yang telah didefinisikan terlalu spesifik jika berasal  dari sumber-sumber nasional.

       Tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum secara teratur tertulis di tingkat Negara Bagian, Sekolah Distrik, dan sekolah dengan harapan akan diikuti oleh yurisdiksi pada setiap level. Pemerintah  negara bagian mengumumkan penerapannya  pada semua sekolah negeri di negara bagian tersebut, pernyataan sekolah distrik diterapkan pada distrik secara luas dan pernyataan sekolah diterapkan pada sekolah secara luas.

       Di semua bagian, tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum dikembangkan pada tingkatan antar disiplin ilmu. Pernyataan sekolah, misalnya menerapkan secara umum di semua sekolah. Dimungkinkan pada tingkatan kelas dan departemen untuk mengembangkan tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum yang tidak diterapkan  secara umum di semua sekolah tetapi diterapkan pada kelompok siswa tertentu, yaitu diterapkan hanya pada kelas tertentu atau daerah tertentu.

       Misalnya pernyataan berikut ini merupakan tujuan umum sekolah: “ Semua anak memerlukan pengembangan keahlian dalam bekerja dengan angka”. Guru kelas 4 dapat membuat tujuan tingkat kelas dengan menyatakan kembali secara sederhana sebagai berikut: “Kelas 4 memerlukan pengembangan keahlian dalam bekerja dengan angka”. Disisi lain guru kelas empat mungkin memilih untuk menginterpretasi tujuan kurikulum sekolah dan membuat tujuan kurikulum tingkat kelas, sebagai berikut: “ Di tahun ini rerata nilai kelas empat akan melebihi tahun lalu sebesar 5% dengan standar yang sama pada test aritmetic”

       Contoh lain pengembangan tujuan umum kurikulum sekolah “siswa akan meningkat skornya pada tes penilaian tingkat negara bagian”. Salah satu tujuan khusus kurikulum sekolah yang diturunkan dari tujuan umum kurikulum sekolah adalah: “ Minimal 85 % siswa akan mencapai skor pada tes penilaian tingkat negara bagian”, Kelas sebelas mungkin akan menentukan tujuannya sebagai berikut: 90% siswa akan lulus pada tes penilaian tingkat negara bagian di tahun ini.

       Kita menemukan sebuah kasus sejenis pada siswa kelas 12 ketika sekolah berusaha untuk menyempurnakan tujuan umum kurikulum berikut: “ Siswa dapat mengembangkan disiplin diri dan kepercayaan diri. Kelas 12 akan menjelaskan dengan hati-hati tujuan umum kurikulum berikut: “ Siswa dapat  mendemonstrasikan keahlian belajar mandiri. Guru kelas 12 mungkin harus lebih spesifik dengan menindak lanjuti tujuan umum  kurikulum dengan tujuan khusus kurikulum, sebagai berikut: “Minimal 70% siswa dapat meningkatkan disiplin diri, rasa percaya diri, dan teknik belajar mandiri dengan terlibat dalam proyek penelitian mandiri paling tidak satu jam sehari atau  3 jam seminggu di sekolah.”

       Guru bahasa asing dapat melengkapi contoh tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum yang ditemukan dalam sebuah disiplin ilmu. Seperti contoh berikut: Perhatikan tujuan umum kurikulum sebuah sekolah: “siswa dapat mengembangkan kemampuan untuk menghubungkan kelompok etnis dan nasional yang berbeda dengan mereka” . Guru Bahasa Asing  dapat menuliskan tujuan khusus kurikulum sekolah: “75 % siswa dapat memilih bahasa asing”.

       Guru Bahasa Asing akan memutuskan untuk mengikuti tujuan umum kurikulum berikut ini: “Siswa dapat mengawali sejumlah permintaan kursus mahir dalam bahasa asing”. Mereka dapat mengidentifikasi sebagai tujuan khusus kurikulum: “50% siswa yang sedang mengikuti atau sudah mengikuti bahasa asing akan mendaftarkan diri pada kursus bahasa asing kedua”.

       Dalam semua kasus, pada tingkatan kelas atau departemen, tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum harus dihubungkan satu sama lain. Dengan cara yang sama, tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum tingkat kelas atau departemen harus sesuai dengan tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum di tingkat sekolah maupun distrik dan dikoordinasikan dengan tingkat negara bagian.

  1. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Kurikulum Tingkat Negara Bagian.

Negara bagian, melalui pengumuman pada Departemen Pendidikan dapat mendesak pimpinan kurikulum untuk mengumumkan secara resmi sebuah pernyataan tujuan umum kurikulum, dan pada beberapa kasus, mengumumkan tujuan khusus kurikulum bagi semua sekolah-sekolah. Contohnya Negara Bagian Florida, sudah mengidentifikasi 7 tujuan umum pendidikan dan satu tujuan khusus kurikulum utama. Tujuan umum kurikulum yang pertama, utamanya untuk sekolah negeri, tujuan ke-2 sampai dengan ke-5 merupakan tujuan kurikulum baik  untuk  sekolah negeri maupun sekolah tingkat pasca menengah. Tujuan ke-6 sebagai tujuan administratif, meskipun hal ini memiliki implikasi terhadap kurikulum. Tujuan ke-7 merupakan tujuan administratif dan kurikuler. Tujuan pendidikan Negara Bagian Florida adalah untuk meningkatkan hasil yang dicapai oleh siswa-siswanya di sekolah negeri sampai lebih dari ¼ negara bagian dalam waktu 5 tahun dapat dimasukkan  dalam tujuan khusus kurikulum di seluruh negara bagian.

Dokumen yang sama telah membantu perencana kurikulum dengan meringkas ciri-ciri tujuan umum kurikulum sebagai berikut:

  1. Tujuan umum adalah pernyataan dari yang ingin dihasilkan. Tujuan menetapkan kondisi yang diinginkan pada suatu populasi secara umum.
  2. Tujuan umum tidak dibatasi waktu, berarti tidak ada waktu khusus yang harus dicapai tujuan.
  3. Tujuan umum tidak  menetapkan kriteria pencapaian, tetapi menyediakan petunjuk pengembangan sistem.
  4. Tujuan umum tidak permanen. Umpan balik dari seluruh evaluasi/ proses membuat keputusan adalah digunakan untuk menilai perkembangan ke arah yang ditetapkan oleh tujuan umum dan tujuan umum dapat dimodifikasi kapan saja diperlukan atau diinginkan.
  5. Tujuan umum sama pentingnya (kepentingan yang sama)
  6. Tujuan umum dinyatakan dalam arti luas, cukup untuk diterima pada semua level penyelenggara pendidikan: level state, distrik maupun sekolah lokal. Tujuan umum kemudian melambangkan kerangka konsep yang bergantung pada penyelenggara pendidikan.

 Dokumen Florida tentang tujuan umum pendidikan menyatakan: adalah penting untuk mengetahui status saat ini  agar menetapkan kebutuhan  pendidikan dan menempatkan prioritas untuk kepuasan dari beberapa kebutuhan, pernyataan-pernyataan dari hasil yang diinginkan merupakan prasarat secara logis untuk menetapkan kebutuhan-kebutuhan. Pada Bab 7 telah dijelaskan bahwa kebutuhan penilaian merupakan aktivitas yang berlanjut dan terus berlangsung:

  1. sebelum penetapan tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum,
  2. setelah identifikasi tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum,
  3. setelah evaluasi pembelajaran,
  4. setelah evaluasi kurikulum.

Untuk menjelaskan tahap penulisan tujuan umum kurikulum dan kebutuhan penilaian kita dapat mengacu gambar 1.

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Tahapan spesifikasi tujuan kurikulum dan kebutuhan penilaian

Tujuan utama dan tujuan khusus kurikulum sudah dijelaskan, proses kebutuhan penilaian berjalan untuk menentukan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Setelah diidentifikasi, kebutuhan-kebutuhan ini  akan menghasilkan menciptakan lebih dari sekedar tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum atau modifikasi dari keduanya.

       Secara ringkas, Sebuah negara bagian akan merumuskan  dengan baik tujuan kurikulum secara umum maupun secara khusus (juga merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus pembelajaran) untuk semua sekolah dan semua siswa di dalam negara bagian tersebut.

  1. Tujuan Umum Kurikulum Dan Tujuan Khusus Kurikulum Pada Tingkat Sekolah Distrik

Pada praktiknya, sekolah distrik dan sekolah dapat menerima rumusan tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum yang disampaikan pada tingkat negara bagian secara harfiah atau jika pemerintah negara bagian mengizinkan, mereka dapat mengembangkan pernyataan-pernyataan mereka sendiri secara mandiri. Tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum pada sekolah distrik dan sekolah individu harus selaras dengan pernyataan pemerintah negara bagian.

       Pernyataan tujuan umum pada sekolah negeri di Provinsi Dade, sekolah besar  di kota yang warganya multietnis, diambil dari pernyataan awal  dari pemerintah negara bagian Florida dengan sedikit diubah oleh sekolah distrik ini, yaitu: “Tujuan Umum Pengembangan Siswa” ditunjukkan di dalam gambar 1. Tujuan umum kurikulum sekolah negeri di Provinsi Dade difokuskan pada 4 subtujuan, sebagai berikut:

  1. menyiapkan siswa untuk kehidupan kerja mereka dengan menyediakan kurikulum yang saling berhubungan, metode-metode dimana siswa dapat mencari issu-issu dasar pada kehidupan mereka sendiri dan hubungan interpersonal, dengan memberi penghargaan pada kreativitas, dan menanamkan motivasi yang unggul.
  2. Menyiapkan siswa melalui kesempatan dan mendorong siswa untuk mempelajari dua bahasa (billingual), termasuk bantuan terhadap siswa yang bahasa asalnya bukan bahasa inggris.
  3. Meningkatkan kemampuan berpikir siswa yang sudah termasuk dalam kurikulum, tetapi tidak dibatasi untuk kemampuan menganalisis ,memberi alasan, dan logis.
  4. Menyiapkan siswa dengan pengalaman-pengalaman komputer dan keahlian yang dibutuhkan yang berfungsi pada abad teknis.
  5. Menyiapkan pendidikan yang gratis dan sesuai  kepada masing-masing siswa cacat jasmani secara langsung memanfaatkan sistem program sekolah dan personal jika memungkinkan.
    1. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Kurikulum Tingkat Sekolah.

Tidak hanya pemerintah negara bagian dan sekolah distrik yang menetapkan tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum, tetapi sekolah individual juga memasuki proses dengan menentapkan tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum mereka sendiri.

Sekolah Menengah Lafayette menerapkan filosofi dan tujuan umum pada tingkat sekolah, yaitu : “ Sekolah menyiapkan kesempatan yang seimbang dan sesuai untuk mempelajari aspek emosional, intelektual dan sosial pada pertumbuhan siswa. Tujuan ini harus dicapai dengan memberikan penekanan pada tujuan khusus berikut:

  1. Menyediakan kesempatan untuk pertumbuhan intelektual ke depan dengan menguasai kemampuan dan keahlian pada situasi kehidupan.
  2. Membantu siswa memperoleh dasar latar belakang, konsep, dan pemahaman dari berbagai mata pelajaran.

Demikian juga SMA Miami Palmeto yang berada pada distrik yang sama dengan Dade County, mengembangkan filosofi dan tujuan khusus sekolah pada tingkat sekolah.

       Rencana Pengembangan Sekolah pada Sekolah Menengah Hephzibah, Georgia menunjukkan bahwa bagaimana sebuah sekolah mengambil tujuan umum kurikulum sekolah distrik dan mereka menyatakan ke dalam tujuan khusus kurikulum mereka sendiri. Salah satu tujuan umum sekolah distrik dan tujuan khusus sekolah yang diturunkan dari sekolah distrik adalah sebagai berikut:

Tujuan umum sistem: untuk meningkatkan ketuntasan kemampuan akademik siswa sebagai bukti meningkatnya nilai tes.

Tujuan khusus:

  1. Dapat melampaui nilai yang ditentukan oleh negara bagian berdasarkan kriteria tes referensi untuk semua tujuan khusus baik membaca maupun matematika dan untuk mencapai 80% semua siswa di tingkatan kelas pada Tes Kemampuan Dasar IOWA.
  2. Dapat menerapkan serangkaian bacaan baru di seluruh sekolah.
  3. Dapat meningkatkan jumlah siswa yang berpartisipasi dalam  ‘Pameran Kurikulum, Pameran Science , Pameran Kesusasteraan’.
  4. Dapat meningkatkan penggunaan pusat media oleh siswa dan untuk meningkatkan keahlian media dan penelitian siswa (sebagai kerangka Gerakan Kualitas Dasar Pendidikan).
    1. Menyusun Pernyataan Tujuan Umum Kurikulum

Beberapa sekolah  mengungkapkan tujuan umum kurikulumnya dengan penekanan pada peranan kurikulum sekolah, seperti contoh berikut:

  1. Mengajarkan siswa mengungkapkan pernyataan mereka dengan jelas dan benar dalam tulisan maupun bicara.
  2. Mengembangkan kemampuan siswa memperoleh barang dan pelayanan dengan bijak.
  3. Memaparkan kepada siswa tentang kebudayaan lain selain kebudayaan mereka.

Meskipun pernyataan tujuan umum kurikulum yang menekankan pada peranan sekolah adalah hal biasa, sebuah alternatif lain yang memfokuskan tujuan umum kurikulum pada siswa kelihatannya lebih baik dengan berbagai alasan:

  1. 1.         Secara filosofi, bentuk ini lebih baik dalam rangka memelihara doktrin progresif yang menempatkan anak-anak  sebagai pusat pembelajaran – prinsip dasar (student’s centered)
  2. Untuk tetap memelihara desain pembelajaran modern yang berpusat pada pencapaian pembelajar daripada kinerja guru maupun sekolah.
  3. Tujuan umum kurikulum mungkin lebih baik dipahami dengan proses pengembangan kurikulum yang terintegrasi.
  4. Mudah untuk mendesain  proses evaluasi ketika kita tahu apa yang diharapkan siswa yang bertolak belakang dengan apa yang diharapkan oleh guru dan sekolah.

Menuliskan tujuan umum kurikulum dalam bentuk yang dimulai dari siswa, kita mungkin perlu merevisi penjelasan awal dengan cara sebagai berikut:

  1. Siswa dapat mengungkapkan ungkapannya sendiri dengan baik dan jelas dalam bentuk tulisan maupun pembicaraan dalam bahasa inggris.
  2. Siswa dapat mendemonstrasikan kemampuan memperoleh barang dan layanan dengan bijak.
  3. Siswa dapat menunjukkan ketertarikan dan pemahaman dalam kebudayaan lain selain kebudayaan mereka sendiri.
    1. Karakteristik Tujuan Umum Kurikulum

Karakteristik tujuan umum kurikulum  yang tertuang secara konsep di dalam teks ini dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Tujuan umum kurikulum berhubungan dengan tujuan pendidikan dan filosofi.
  2. Tujuan umum kurikulum terprogram. Meskipun berbisara pada satu atau lebih area kurikulum , tujuan umum kurikulum tidak menggambarkan pembelajaran secara spesifik, atau isi  mata pelajaran secara spesifik.
  3. Tujuan umum kurikulum mengacu pada pencapaian secara kelompok ( semua siswa, siswa secara umum, dan kebanyakan siswa) daripada pencapaian siswa secara individu.
  4. Tujuan umum kurikulum dinyatakan dalam istilah umum yang menyertakan arah pengembangan kurikulum.
  5. Tujuan umum kurikulum cukup luas yang mengarah ke tujuan khusus kurikulum secara spesifik.

 

 

  1. Penyusunan Pernyataan Tujuan Khusus Kurikulum

Seperti halnya dengan tujuan umum kurikulum, tujuan khusus kurikulum juga berhubungan dengan tujuan pendidikan dan filosofi, pada dasarnya terprogram, dan mengacu pada pencapaian secara kelompok. Tidak seperti tujuan umum kurikulum , tujuan khusus kurikulum dinyatakan dalam istilah yang lebih spesifik dan dapat diukur.

  1. Karakteristik Tujuan Khusus Kurikulum

Tujuan khusus kurikulum merupakan penjelasan tujuan umum kurikulum. Tujuan khusus kurikulum menyatakan standar kinerja bagi siswa dan untuk siapa kurikulum di desain. Kita dapat mengubah tujuan umum kurikulum ke dalam tujuan khusus kurikulum dengan menambahkan 3 elemen berikut ini, yang mana akan kita lihat lagi jika mendiskusikan tujuan khusus pembelajaran:

  1. Istilah yang berhubungan dengan sikap dan kinerja, yaitu keahlian-keahlian tersebut dan pengetahuan  yang diharapkan siswa agar dapat didemonstrasikan.
  2. Tingkat ketuntasan penguasaan materi sangat diinginkan oleh perencana kurikulum.
  3. Kondisi yang harus dicapai berada dibawah kinerja yang akan berlangsung, jika tidak siap memahaminya.

Mari kita analisis tujuan khusus kurikulum berikut untuk tiga elemen: “Pada penyelesaian tes pertama, 75% siswa kelas 12 dapat lulus dengan sukses pada tes kompetensi minimal tingkat pemerintah negara bagian, pada penyelesaian tes kedua, 90% akan berhasil lulus. “ apakah semua tiga elemen yang disampaikan di dalam dua bagian itu adalah tujuan khusus? Ya, hal itu adalah tujuan khusus. Kinerja yang diharapkan adalah berhasil lulus Tes Kompetensi Minimal Negara Bagian. Tingkat ketuntasan yang diinginkan 75% dan 90%. Penyelesaian pada tes ini adalah suatu kondisi.

Untuk mencapai transisi dari tujuan umum ke tujuan khusus, kita dapat menemukan bahwa  hal ini sangat membantu dengan mencatat kembali beberapa indikator kinerja siswa yang akan menyediakan layanan sebagai petunjuk penulisan tujuan khusus kurikulum. Mari kita ambil contoh ilustrasi tujuan umum kurikulum yang telah disebutkan terdahulu. “Siswa dapat mendemontrasikan sikap tanggung jawab sebagai warga negara dalam seutu sekolah, komunitas, negara bagian, bangsa dan dunia”. Apakah indikator kinerja pembelajar yang akan menyatakan bukti bahwa siswa telah mencapai tujuan ini, kita dapat melihat sikap-sikap berikut:

  1. Peduli pada bangunan sekolah dan lingkungannya
  2. Tidak berkelahi dengan sesama siswa
  3. Tertib pada saat pertemuan di sekolah
  4. Berperan pada komunitas organisasi pemuda, misalnya kelompok gereja, kelompok pandu, dan sebagainya.
  5. Memiliki kontribusi kerja terhadap beberapa sebab yang layak
  6. Tetap memberitahukan peristiwa-peristiwa saat ini.
  7. Tidak mengotori lingkungan sekolah dan komunitasnya.
  8. Mengabdi pada komite sekolah
  9. Mengamati batasan kecepatan berkendara di jalan raya.
  10. Memiliki ketertarikan pada pemilihan umum di daerah, negara bagian, di tingkat nasional.
  11. Terlibat dalam diskusi tentang cara-cara mengurangi ketegangan internasional.

Kita dapat mengubah indikator kinerja pertama – Peduli pada sekolah dan lingkungannya ke dalam tujuan khusus kurikulum dengan cara berikut: “ Pada akhir april siswa dapat mendemonstrasikan kepedulian terhadap bangunan sekolah dalam tingkat yang lebih luas dan akan ada pengurangan 95% pada jumlah tulisan-tulisan di dinding”. Dari keterangan ini tujuan umum kurikulum untuk warga negara yang baik, kita dapat menghasilkan beberapa tujuan khusus kurikulum, dan dari indikator kinerja pertama saja kita dapat menciptakan sejumlah tujuan khusus kurikulum.

Pembangkitan tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum merupakan latihan-latihan kreatif yang lebih tinggi. Tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum membuat petunjuk untuk organisasi pada sub bagian dan pengembangan kurikulum. Tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum menentukan kegiatan-kegiatan yang akan berlangsung di beberapa kelas di sekolah.

  1. Validasi dan Penentuan Prioritas Tujuan Umum Dan Tujuan Khusus Kurikulum

Sebagaimana sudah dinyatakan diawal, penilaian tentang kebutuhan kurikulum merupakan sebuah proses berkelanjutan yang dimulai  setelah sekolah merumuskan filosofinya dan menyatakan tujuan pendidikan. Kebutuhan sosial siswa secara umum maupun secara khusus, komunitas dan materi pelajaran akan meningkatkan pernyataan awal dari tujuan umum dan tujuan khusus. Setelah tujuan umum dan tujuan khusus sudah diidentifikasi, proses penilaian kebutuhan dilanjutkan untuk menentukan apakah ada kebutuhan lain yang belum ditemukan. Ketika kebutuhan yang belum ditemukan itu dipaparkan, daftar revisi  tujuan umum dan tujuan khusus sudah disiapkan. Tujuan umum dan tujuan khusus memerlukan validasi dan penempatan dalam skala prioritas.

Validasi adalah  proses menentukan apakah tujuan umum dan tujuan khusus dapat diterima dan sesuai atau cocok bagi sistem sekolah yang mengajukannya. Penentuan skala prioritas adalah penempatan tujuan umum dan tujuan khusus dalam urutan berdasarkan kepentingan di dalam sistem sekolah. Kelompok-kelompok yang terkait dengan kemajuan sekolah seharusnya dicatat dalam daftar untuk membantu mengidentifikasi tujuan umum dan tujuan khusus yang cocok dan untuk menyusun skala prioritas.

Beberapa sistem sekolah mencoba melakukan validasi baik tujuan umum maupun tujuan khusus, sekolah yang lain membatasi proses validasi tujuan umum dengan anggapan bahwa satu tujuan umum sudah diidentifikasi, perwakilan komite dapat mengatasi tugas penyusunan tujuan umum secara spesifik, yaitu mengubahnya ke dalam tujuan khusus.

  1. Fungsi Komite Kurikulum

Proses validasi, apakah dilaksanakan oleh Pemerintah Negara Bagian, distrik, maupun sekolah menganggap bahwa pembentukan komite kurikulum atau dewan kurikulum dibebankan dengan tugas tersebut. Komite kurikulum akan mengumpulkan tujuan umum kurikulum dengan maksud memberikan angket atau opini kepada kelompok-kelompok yang terkait dengan kemajuan sekolah tersebut.

Pengumpulan tujuan umum dan beberapa tujuan khusus kurikulum yang sudah diidentifikasi melalui kelompok sampel yang lebih luas – keterlibatan orang lain (termasuk orang tua), siswa, guru, administrator, dan ahli kurikulum ( pada staff sistem sekolah negeri atau fakultas institut pendidikan guru) merupakan praktisi yang baik. Usaha seharusnya dibuat untuk mempelajari apakah ada penerimaan yang lebih luas dari tujuan umum yang dirumuskan oleh perencana kurikulum dan apakah yang menjadi prioritas kelompok tersebut. Tujuan khusus kurikulum yang dikembangkan setelah jajak pendapat secara luas sudah dikumpulkan  dapat di sampaikan pada sampel yang lebih terbatas pada kelompok yang sama atau pada komite kurikulum untuk validasi dan pengaturan.

Data seharusnya dikumpulkan dan ditafsirkan, lebih baik oleh perwakilan komite kurikulum dari berbagai kelompok yang ditanyai. Misalnya komite akan dipanggil untuk memutuskan bahwa apakah pengambilan data itu bijaksana. Hal tersebut dikarenakan tidak dapat memperlakukan data dengan pola yang sederhana, melakukan perhitungan respon untuk semua kelompok, dan secara sederhana mengikuti pendapat umum. Data perlu dianalisis ketidaksesuaian pendapat, jika ada, diantara beberapa kelompok yang disurvei mendiskusikan ketidakcocokan diantara mereka dan dengan anggota kelompok lain.

  1. Mempertimbangkan Pendapat

Sebagai aturan yang umum, harapan-harapan siswa, misalnya seharusnya tidak ditahan dengan prioritas yang sama seperti keyakinan oleh orang tua dan orang awam. Pendapat dari kelompok yang jumlahnya lebih kecil, seperti ahli kurikulum dan profesor tidak dapat diperlakukan sama dengan kelompok dalam jumlah besar dari komunitas umum.

Ketika komite menafsirkan data, mungkin tidak menemukan persamaan  pada tujuan umum dan tujuan khusus diantara beberapa kelompok, hal itu merupakan tanggung jawab yang sangat berat untuk menyatukan keadaan yang berbeda dan mencapai konsensus diantara anggota kelompok. Menggambarkan pendapat kelompok yang telah disurvei, komite kurikulum harus memutuskan tujuan umum manakah yang valid dan manakah yang seharusnya menjadi prioritas. Untuk menentukan prioritas, dapat dikatakan bahwa beberapa tujuan umum lebih penting daripada yang lain dan membutuhkan banyak waktu, perhatian, dan penekanan di dalam kurikulum.

Adalah sangat jelas bahwa tujuan umum pemerintah negara bagian, distrik, dan sekolah harus dikumpulkan untuk validasi dan di urutkan berdasarkan jumlah pendidik dan nonpendidik. Masih diperdebatkan, apakah tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum pada tingkat sekolah atau departemen harus dikumpulkan kepada orang di luar sekolah maupun di luar personel distrik sekolah. Hal ini mungkin agak sulit dipraktikkan, berlebihan, mahal, dan membutuhkan banyak waktu untuk mengumpulkan tujuan umum dan tujuan khusus dari sekolah. Tingkat fakultas dan departemen memenuhi  tanggung jawab  untuk validasi dan penentuan skala prioritas dari tujuan umum dan tujuan khusus dengan mengumpulkan pernyataan  kepada komite kurikulum dan para ahli dibidangnya untuk mereview dan mengesahkan.

Proses validasi dan penentuan skala prioritas dapat diulang sesuai dengan keperluan komite kurikulum dengan di modifikasi dan di ulang urutan yang telah dibuat  sebagai hasil dari masing-masing survei dan survei pendahuluan sebagai subsurvei. Setelah tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum sudah di validasi dan ditempatkan sesuai urutan , perencana kurikulum melanjutkan ke fase berikutnya dari sebuah proses pengembangan kurikulum, memasukkan tujuan umum dan tujuan khusus ke dalam kurikulum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Simpulan

Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Perbedaan antara Curriculum Goals dan Curriculum Objectives yaitu, bahwa Curriculum Goals atau tujuan umum kurikulum merupakan pernyataan harapan dan hasil yang terprogram tanpa kriteria pencapaian, sedangkan Curriculum Objectives atau tujuan khusus kurikulum adalah spesifik, dapat diukur, pernyataan terprogram dari hasil yang harus dicapai oleh siswa baik dalam kelompok maupun dalam sekolah.
  2. Cara menyusun Curriculum Goals dan Curriculum Objectives adalah diturunkan dari pengembangan filosofi dan tujuan pendidikan. Secara hirarki, urutannya sebagai berikut:

 

Tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum merupakan hal yang penting untuk:

  1. Melaksanakan kebutuhan penilaian secara lengkap untuk mengidentifikasi kebutuhan yang belum diketahui.
  2. Melanjutkan tahapan pengembangan model kurikulum yang disarankan.
  3. Membangkitkan tujuan umum dan tujuan khusus pembelajaran.
  4. Menyediakan dasar evaluasi kurikulum.
  5. Memberikan arahan pengembangan program.
  6. Saran

Sangat disarankan tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum dinyatakan dalam istilah atau terminologi yang mengharapkan pencapaian siswa. Tujuan khusus kurikulum, yang lebih spesifik daripada tujuan umum kurikulum seharusnya menetapkan tingkat ketuntasan pencapaian dan kondisi minimal yang harus dicapai oleh siswa. Tujuan umum dan tujuan khusus kurikulum seharusnya divalidasi dan dimasukkan dalam urutan skala prioritas oleh komite kurikulum sekolah setelah dilakukan review oleh perwakilan dari berbagai konstituen yang dilayani sekolah.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Oliva, P. F. 1992. Developing the Curriculum 3rd edition. Harper Collins Publisher: New York

 

Lampiran:

DAFTAR PERTANYAAN

  1. Andy Prasetyo

Apakah Curriculum Goals dan Curriculum Objectives sama untuk kasus di Indonesia?

Jawaban: Pada dasarnya kurikulum di Indonesia juga memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangasa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam Permendiknas No 22 Tahun 2007 dikemukakan lebih lanjut bahwa tujuan khusus pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

  1. Haryono

Kualitas guru sebagai kunci kualitas bangsa, KTSP sekarang sudah sangat bagus dan kita perlu berpikir positif. Sebagai guru profesional, bagaimana format guru sebagai kunci kualitas bangsa? Bagaimana visi Anda secara Pribadi?

Jawaban: Guru sebagai kunci kualitas bangsa harus memenuhi persyaratan sebagai pendidik yang memilliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian , dan  sosial. Setelah semua persaratan terpenuhi, guru harus mengimplementasikan KTSP dalam kegiatan pembelajaran sehari-sehari. Tuntutan Standar Isi minimal harus benar-benar dilaksanakan dengan menambah pengayaan yang disesuaikan dengan kondisi dan latar belakang peserta didik. Visi saya pribadi sebagai guru  “dicintai ketika ada, dirindukan ketika tidak ada, dan dikenang ketika telah tiada”

  1. Esti Resmiati

Setuju dengan pendapat Pak Haryono bahwa sebenarnya kita sudah mengarah ke perbaikan dari tahun ke tahun, tujuan pendidikan sudah kita rumuskan dengan jelas. Sebagai guru tentu kita harus “open minded” mempelajari banyak aspek dan mengimplementasikannya.

Jawaban: Ada pepatah “ It is easy to say, it is difficult to do”, berpikiran terbuka dalam mempelajari banyak aspek pembaharuan dalam bidang pendidikan serta mengimplementasikannya memang mudah diucapkan, tetapi tampak sulit dilakukan. Namun demikian sesulit apapun jika kita berusaha kuat untuk melakukan, pasti ada jalan. Dalam melakukan perubahan-perubahan selalu dimulai dari diri sendiri, dan secara bertahap ( gradual).

  1. Prihatin

Selama ini pendidikan kita tampak berkiblat dengan dunia barat, bagaimana kita menciptakan paradigma baru berdasarkan ideologi yang dimiliki?

Jawaban: Sebetulnya bukan berkiblat pada dunia barat, ketika ada perkembangan dalam dunia pendidikan, kita hanya perlu adaptasi. Hal-hal baik yang perlu diambil dan hal-hal yang tidak baik, kita tinggalkan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s